Jadilah Tukang Kebun yang Malas
Membersihkan taman, mencabut rumput dan memangkas tanaman yang sudah rimbun merupakan kegiatan rutin setiap minggu pagi. Sebuah kegiatan yang sebenarnya malas untuk dilakukan.
Saya lebih senang membiarkan rumput lebih tinggi, daun-daun yang rimbun. Bukankan selama ini bumi kita sangat menderita dengan adanya pembalakan liar, penebangan pohon dihutan yang sangat tidak terkendali yang mengakibatkan tanah longsor dan banjir hampir diseluruh wilayah Indonesia.
Saat ini proyek yang saya tangani membutuhkan anggaran sekitar 2,4 M untuk membeli kayu yang digunakan untuk penyangga bangunan. Seandainya kayu yang saya gunakan berjenis meranti dengan harga Rp. 1.650.000,- permetercubic, maka jumlah kayu yang ditebang adalah 1454 metercubic, padahal sebagian besar kayu yang saya gunakan adalah kayu kampung yang harganya sekitar Rp. 750.000,- permetercubic berarti 3200 metercubic kayu kampung. Jika satu pohon menghasilkan 1,5 metercubic maka 2133 pohon yang ditebang untuk membuat sebuah proyek.
Padahal waktu yang digunakan untuk pengadaan kayu adalah 3 bulan, pohon yang ditebang berumur sekitar 5-10 tahun.
Jadi berapa pohon yang harus kita tanam untuk menambal kekurangan yang dari pohon yang sudah kita tebang. Tidaklah cukup hanya dengan membiarkan rumput dihalaman dan samping rumah kita untuk tumbuh lebih tinggi dan membiarkan dahan lebih rimbun setidaknya untuk menambah oksigen yang kita hirup dan membiarkan burung bersarang didahan yang rimbun untuk memperbanyak keturunan agar suara kicauannya selalu menemaki kita saat minum kopi dan membaca koran dipagi hari.
Jangan biarkan bumi kita rusak oleh ulah kita sendiri. Jadilah tukang kebun yang malas dan save our planet.
Popularity: 2% [?]


















Belajar dan berbagi untuk kesejahteraan bersama.
setujuuu, ayo selamatkan bumiiii
masih banyak banget yang belum sadar
reboisasi taman nih ceritanya
@o-om : Cuma alasan karena males cabutin rumput. Dan mulai bebrapa bulan ini setiap 1 bulan tanam 1 pohon buah, biar bagus kebunnya
Setuju sekali Mas,
Kenikmatan berteduh dibawah pohon yang rindang di depan rumah kita, adalah suatu kenikmatan yang luar biasa. Mari kita mulai menanam pohon. Tidak terlalu susah dilakukan.
Salam kenal – Ronny Siagian
@Ronny Siagian : Betul mas… berteduh dibawah pohon dan mendengarkan kicau burung merupakan kenikmatan tersendiri.
Salam kenal kembali mas
benar mas, saya di jakarta.
yang saya rindukan adalah rindang pohon dirumah. seperti di kampung srondol saya dulu…
*Srondol bukan nama jenis makanan atau hal yang berhubungan dengan syahwat. Srondol adalah nama kelurahan di Semarang.
@sofianblue : Dari srondol ya mas … memang srondol ada di Semarang atas yang hawanya memang sejuk dan banyak pohon disana …
Tetangga daerah nich …
Kalau pulang ke Semarang bisa mampir ke Kendal ..
Gimana kalo kita bikin kampanye Stop illegal logging, keep earth green?
saya sudah mulai tuh tapi kecil aja di pojok blog.
@ Pribadi : ayo … sekalian yang besar saja mas …
dibona ni ri dohot arsam mangallang harimonting doi, iasoi mangallang parbueni gala-gala, ingat ngak tahul-tahul yang disibodiala ternyata jadi tanaman hias dikota dan harganya cukup mahal namanya kantong semar, nganing huadu tu sibodiala alai dang adong be rai ate
serba salah mas, pohon2 tinggi dirumah saya yg udah lebih 30 tahunan pada roboh di terjang puting beliung, masih ada beberapa cuma disarankan oleh tetangga untuk di pangkas abis… hiks..hikss
Sayang juga kalo pohon besar harus ditebang. Bagaimana bumi ini kalo semua pohon ditebang